PENGHUNI BELAKANG PERPUS





Kriiinggggggg,kringgggg,kringggggggg

Bel sekolah telah berbunyi,menandakan pelajaran akan segera dimulai.Mika masuk kedalam kelas sambil berlari,ia baru saja membeli jajanan dikantin.Setelah sampai dikelas ia segera memasukkan jajanan itu kedalam bawah meja. 

"Ah,asyikkk nih,bisa belajar sambil nyemil.."Ucap Mika tersenyum.

Tak berapa lama kemudian,Guru bahasa indonesi masuk kedalam kelas.Semua murid terdiam dan memanjatkan doa pertanda pembukaan pembelajaran.

Mika duduk dikursi paling belakang.Oleh karena itu,ia sering melakukan hal-hal aneh dibangkunya,seperti belajar sambil makan.Kadang tidur,bahkan ngobrol bersama teman disampingnya.

"Eh,Mika,lu ada bawa apa hari ini."Tanya niko pelan.

"Tenang aja,gue udah bawa jajanan ,noh dikolong meja."Mata Mika melirik bawah meja.

"Asyikkk,keren lo Mik."Puji Niko.

"Ya dong,secara gue,Mika."

"Suara apa itu ? "Tanya buk guru.

"Suara Mika bukkkkkkk" sorak semua murid yang ada dikelas.

"Mikaa,perhatikan.Ibu sedang menjelaskan."Perintah bu guru.

"Baik,buk.."Ujar Mika.

"Heh,awas aja kalian semua,jangan harap minta cemilan gue."Tegas Mika sambil melotot kepada teman-teman sekelasnya.

"Yah,yah,ngambek haha,ups" Ejek Mela.

"Diam lo." 

Buk guru menerangkan pelajaran dipapan tulis.Tak lama kemudian  Wakil kepala sekolah masuk kedalam kelas.Pak Puji tampak sedang mengobrol pelan dengan buk Indun.Lalu Pak Puji mempersilakan seorang anak laki-laki masuk.Tak lama kemudian Pak Puji meninggalkan kelas.Tampak buk indun sedang menulis sesuatu dikertas,lalu ia berdiri dan memperkenalkan anak itu.

"Anak-anak,hari ini,kita kedatangan siswa baru,Ia datang dari Jogja."

"Silakan,Edo perkenalkan diri kamu."

"Baik,bu terimakasih.

"Halo teman-teman,namaku Edo,aku pindahin dari Jogja."

"Halo Edo,salam kenal yaa" Teriak Mika dari belakang.

Tak lama semua murid dikelas mengejek Mika.

"Huuuuuuu,Mika norakkkk"

"Eh eh eh,Sudah."Ucap Buk Indun.

"Biasa buk,mereka iri sama Mika"Ucap Mika sinis.Mika tersenyum puas.

Lalu kelas menjadi hening.

"Yasudah,kalau gitu kamu duduk disamping Mika saja ya Edo.Hanya bangku itu yang kosong."

"Baik,bu."

Edo melewati lorong-lorong bangku murid yang lain,lalu duduk disamping Mika.Teman sekelas Mima merasa iri,karena Edo adalah anak yang sopan dan juga tampan.

"Hi..selamat datang." ucap Mika tersenyum lebar.

"Hi,makasih ya"

"Iya sama-sama.

Pelajaran pun kembali berlangsung,kali ini Buk Indun menyuruh siswanya satu-satu untuk kedepan dan menjawab soal yang ada didepan papan tulis.Karena semua murid sedang sibuk mencari jawaban.Mika malah asik makan cemilannya yang ada dibawah meja.Edo yang memperhatikan lantas bertanya.

"Kamu gak takut dimarahain guru ?"

"Enggak,gue udah terlatih."

"Haha,terlatih nakal? "Tanya Edo.

"Enak sajaaa,aku ini murid baik-baik,cumaa yaaaa."

"Cuma apa ? "

"Cuma sedikit aktif sajaaa" Cetus Mika,sambil terus melahap cemilannya.Edo yang memperhatikan Mika terus saja tersenyum dan ingin tertawa melihat keberanian Mika.

"Bukkkkk,Mika makannnn dibelakang" Teriak Niko.

Buk Indun yang mendengar hal tersebut lantas berjalan kebelakang dan mengintrogasi Mika.

"Mika,apa benar kamu makan sesuatu selama pelajaran berlangasung ? "Tanya buk Indun.

"Engga kok buk,Mika dari tadi nyari jawabannn,iya kan Do ? "

Edo hanya terdiam..

"Apa benar Edo? "Tanya buk guru.

"Benar buk guru."Jawab Edo.

(Huhhhh,legaaaa,)gumam Mika.

"Yasudah kalau begitu,lanjutkan mencari jawaban,setelah ini giliran kalian."

Buk indun lalu pergi meninggalkan Mika dan Edo.

"Huhh,selamatt,thanks ya Do."Ucap Mika.

"Sama-sama,gausah diulangi ya,bahaya kalau ketahuan,lo pasti bakal dihukum."

"Iya iya,nih buat lo,sebagai ungkapan terimakasih."

"Iya gue terima." Edo mengambil snack tersebut dan memasukkannya kedalam tas.

Suasana kelas menjadi sangat heboh hingga bel istirahat berbunyi...

Mika segera keluar dari kelas dan beranjak ke kantin.

"Doo,lo mau ikut kagak ? "

"Kemana ? "

"Ke kantin lah,makan,lapaer gue."

"Em,gak deh.makasih"

"Yaudah,awas lo,ntar digodain cewe-cewe dikelas.haha" 

Mika pun berlalu meninggalkan Edo,Edo yang merasa tidak nyaman dikelas memutuskan untuk mengikuti Mika.

"Mikaaaaaaa,tunggggu,gue ikut."

"Nah gitu dong,lo kan anak baru.Ikut gue."

Mereka berdua pun pergi ke kantin dan makan.Mika memesan soto dan nasi,sedangkan Edo memesan nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi setengah matang.

"Enak gak,Do.?"Tanya Mika.

"Enak kok,punya lo ? "

"Enakk lah,soto kesukaan gue ini mah."

Tak lama kemudian datang kakak kelas,temannya Mika.

"Mika,siapa nih ? "Tanya Ardi anak kelas 3

"Teman baru gue,dari Jogja."

"Bro,Gue Ardi.salam kenal"

"Edo,senang bisa bertemu kalian."

"Tenang Do,kalau ada apa apa tinggal bilang aama gue,gue ratain.ya gak Ka? Hahaha "

"Yo'i bro..."Sahut Mika.

"Lo kagak pesan Di ? "Tanya Edo.

"Kagak men,gue baru aja abis makan,gue duluan ya,mau ke perpus."

"Waduhhh,tumben-tumbenan preman sekolah mau baca buku.hahaha" Ledek Mika.

"Ya kali gua mau baca buku..."Sahut Ardi

"Jadi lo mau kemana?"Tanya Mika

"Biasa,gue mau ngerayu guru magang."

"Hahaha,kagak berubah lo,sanaaaa." Sahut Mika.

Mika dan Edo pun segera menghabisi makanan mereka.

"Ahhhh,kenyang banget gue,Do."

"Samaaaa,gue juga."

"Kelas yuk"

"Bayar dulu kali Ka...maen pergi-pergi aja."

"Oiya lupa gue haha"

Setelah membayar makanan yang mereka pesan,Mika dan Edo kembali ke kelas,sambil menunggu bel masuk berbunyi.

"Mika,lo darimana ? "Tanya Niko

"Abis dari kantin.Sibuk banget sih lo."

"Kagak ngajak gue lu yak."

"Males gue,lu tukang kadu,gue gak suka berteman sama tukang kadu.ya gak do ? 
Edo hanya mengangguk..

"Kan gue bercanda doang ka."

"Yaudah,besok deh gue ajak lo."

"Nah gitu dong,itu baru namanya teman."

"Eh do,lo kenapa pindah kesini sih ? " Tanya Niko.

"Biasa,orang tua gue pindah tugas."

"Kepo banget sih lo" Ucap mika.

"Yaa,kan gue penasaran Ka,"

"Gapapa kok,santai aja"Ucap Edo.

Kringggggggg...kringgggggggg.kringgggggg.

Bel masuk berbunyi nyaring.Semua murid kembali duduk ketempat masing-masing dan mebgeluarkan buku pembelajaran.Pembelajaran berjalan dengan lancar sampai bel pulang berbunyi.

Kringgg kringggg kringgggg kringggg.

"Yesssssss,akhirnya pulang jugaaaaaaaaa."Ucap Mika dengan semangat.Ia segera merapikan semua buku dan menggendong tas merahnya.

"Gue pulang dulu ya,Da" Pamit Mika pada Edo dan Niko.

"Kaaa,Mikaaa,lu kagak mau gue antar ? "

"Kagakk,dah ya,gue buru buru mau pulang..

"Yahhh,gimana sih si Mika.."

"Kenapa Ko ? "Tanya Edo.

"Gapapa,Do,

"Gue pulang dulu ya,"pamit Edo.

"Iya bro."

Edo pulang dengan sepeda motor nya,ia tersenyum sepanjang jalan.

"Hm....tidak terlalu buruk"

Sesampainya dirumah Edo segera memarkirkan sepeda motornya di garasi.Dan masuk kerumah.

"Edoo......"

"Iya maa...."

"Kamu udah pulang ? "

"Sudah maaa"

"Oiya,gimana sekolahnya ? Bagus gak ?"Tanya Mama

"Bagus kok ma,Edo suka."

"Trus kamu udah punya teman disana ?"Selidik mama lagi.

"Em,ada sih ma,Namanya Mika,dia tomboy banget ma."

"Haha,ouya? Pasti anaknya baik."

"Iya ma,baik.trus ada Niko dan juga Ardi.mereka berdua itu temannya si Mika,jadi temannya edo juga."

"Ou begitu,syukur deh,mama gak perlu khawatir lagi sekarang."

"Oya ma,Edo naik keatas dulu ya ma."

"Okey sayang."

Edo berlalu meninggalkan mama nya yang sedang duduk santai diruang tengah.Ia segera masuk kedalam kamar dan mengunci kamar tersebut.

    Edo adalah anak tunggal dari orang tua yang kaya,ia tidak pernah merasa kekurangan apapun.Keluarganya sangat menyayangi Edo.Hingga suatu hari sesuatu berubah dalam sekejap mata,Edo yang selalu mengira keluarganya baik-baik saja ternyata tidak sepenuhnya benar.Ia mulai membenci papanya ketika ia tidak sengaja melihat papany pergi bersama wanita lain.Meski begitu,Edo tidak ingin memberitahu mamanya,karena ia takut mamanya akan shock dan sakit.Untuk alasan itulah,Edo lebih memilih merahasiakannya sendiri.Hubungannya dengan papanya menjadi sangat jauh.Papanya merasa bingung mengapa Edo berubah dan menjadi begitu dingin jika bersamanya.Meski begitu,Edo tidak mau mengatakan mengapa ia bersikap demikian.

    Hari ini adalah hari pertamanya masuk kesekolah baru.Baginya tidak terlalu buruk.

Sedangkan Mika,mika adalah gadis tomboy,ia berparas cantik dan manis,terkenal sangat pemberani dan juga pandai.Mika anak bungsu dari 2 bersaudara,Ia tinggal bersama papanya.Mamanya sudah lama meninggal dunia,meski begitu Mika sangat kuat,ia tidak mudah menangis,dia adalah anak kesayangan papanya.Sementara kakaknya tidak begitu menyukai Mika karena ia merasa Papa pilih kasih terhadapnya.Mika adalah anak yang ceria,ia selalu menyenangkan hati orang lain,walaupun ya begitu,ia sedikit aktif alias bandel.hehe.Mika selalu buru-buru pulang sekolah,dikarenakan ia harus membantu papanya berjualan.Kakaknya tidak mau membantu,jadi Mika yang bersemangat membantu papanya.


Pagi-pagi sekali Mika sudah datang kesekolah,sementara itu ia langsung menuju ke kantin duduk,memesan minuman,dan membeli beberapa cemilan.Dari jauh Niko melihat Mika,dan segera menghampirinya.

"Pagi-pagi,Tuan ratu sudah nongkrong disini."

"Haha,biasaaaaa."

"Lo udah sarapan,Ka ? "Tanya Niko.

"Udah dong,papa gue masak nasi goreng pagi tadi."

"Mantep,mending lu,dimasakin sama papa lu,nah gue,papa kagak ada,mama juga kagak ada."

"Lo kan masih ada nenek,Ko."

"Yaaaa,kan beda Ka."

"Yaudah Ko,lo sabar ya,doain orang tua lo,semoga tenang dialam sana."

"Iya ka,,,udah ah,gosah sedih sedih,ke kelas yuk."

"Okay."

Sesampainya dikelas Niko langsung duduk dan ngobrol bersama temannya yang lain.Sementara itu Mika sudah tersenyum dari jauh,melihat Edo yang sedang duduk.",

"Edoooooooo,wah rapi sekali.."

"Hi ka,lu dari kantin ya ? "

"Iya ,nyetock."

"Astaga Mika,kalau ketauan gue gak mau nolongin lo lagi."

"Yaaa gapapa,gua usahain kagak bakal ketahuan."

"Kagak ada kapok-kapoknya lu."

"Mika gitu lho.haha"

Mika tertawa,lalu meletakkan tasnya dan duduk,tak lupa ia memasukkan cemilan kedalam kolong bawah meja.Lalu Niko datang menghampiri mereka berdua.

"Do,mika,gue denger dibelakang perpus ada ruang rahasia,katanya sih angker..."

"Wah boleh tuh,Pas istirahat kita kesana."Sahut Mika bersemangat.

"Eh tunggu tunggu,mau ngapain kesana ? "Tanya Edo penasaran.

"Ya,bosen la dikelas mulu,sesekali kita cari  kegiatan yang ekstrem,ya gak ka ? "

"Yoi Ko.lu mau ikut kagak do ? "

"Em...gue..."

"Lu takut ya do ? "

"Enggak gue gak takut."

"Jadi ? Ap dong?"tanya Mika

"Gue kagak mau nyari masalah."

Hahahahahaahahaahahahaaha

Mika dan Niko tertawa terbahak-bahak..mereka saling berpandangan,lalu tertawa lagi.

"Lu tenang aja do,sekolah bakal membosankan banget kalo cuma buat belajar,trus pulang."Sahut Mika.

"Yaudah,gue ikut lo."

"Bagus,setelah bel istirahat berbunyi,gue tunggu kalian di depan perpus.Oke? " 

"Oke."

"Guru datangggg guru datangggggggg."

Semua murid berhambur dan duduk dikursi masing-masing.Pembelajaran pun berlangsung,Setelah dua jam berlalu bel istirahat pun berbunyi.

Mika segera keluar dari kelas dan menuju kedepan perpus.Dari jauh ia melihat Niko dan Edo dari kantin segera menuju Mika.

"Lama banget sih kalian.?" Tanya Mika.

"Sorry,gue haus,mana ngantri lama lagi,ya gak Do ? 

"Iyaa"Jawab Edo singkat.

Ketika Mika dan Niko sudah bersiap,tiba-tiba Edo menarik tangan mereka berdua.

"Kalian yakin ? "Tanya Edo memastikan.

"Iya la,udahh buruan ntar keburu  bel masuk berbunyi."

    Perasaan Edo menjadi tidak enak,dengan berat hati ia terpaksa mengikuti langkah Mika dan Niko.Setelah sampai dibelakang perpus,terlihat bangunan yang sudah tua dan berdebu,bangunan itu dijadikan gudang,tapi sudah tidak digunakan lagi,karena sudah tua.Disamping bangunan tersebut ada pohon tua yang menjulang tinggi.diantara dahannya terdapat tali yang membentuk ayunan.Mika yang melihat itu segera berlari menuju ayunan tersebut.Edo yang merasakan hawa tidak enak,memilih melihat mereka dari jauh..

"Do,,,,buruan sini,seru tau."Teriak Mika sambil mengayunkan ayunan.

"Enggakkkkkk,gue disini aja."

Lalu,Edo melihat Niko mencoba mendekati bangunan tua itu.tak lama kemudian bel masuk berbunyi.


Kringgggg kringg kringg kringgg.

"Niko,Mika,ayoo,buruan,udah masuk nih.."

"Iyaaaa bentarr,lagi asikkk nihh.."

Lalu mereka bertiga berlari masuk ke kelas.Sesampainya dikelas Mika ingin merencanakan sesuatu.

"Eh,do,Ko,gimana kalau pulang nanti kita kesitu lagi."

"Gak,gak,gue skip" Ucap Edo.

"Ka,lu kan pulang sekolah mau bantuin papa lo jualan ? " Sahut Niko.

"Iyaa sih,yaudah lain kali kita kesana lagi ya.."

"Jangan......"Tegas Edo,

"Loh,kenapa? Seru tau,lu harus cobain ayunanya,Do."

"Mika,Niko,Kalian sadar ga si.Kita gabole datang kayak gitu aja.Kita gak tau itu tempat bekas apaan,kenapa ditinggalin dan lain lain."

"Do,kok lu jadi tegang gitu sih ? Lu takut ya ? "

"Haha,Do,lo takut? "Tanya Mika.

"Gue gak takut,gue cuma mau peringatin kalian berdua."

Mika dan Niko terdiam,mereka berdua hanya memandang satu sama lain.

"Yaudah deh,kalau lo gak mau ikut"Sahut Mika.

    Edo tidak menggubris perkataan Mika,ia segera membuka buku dan kembali memperhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran.Sementara Mika dan Niko mereka ngobrol sambil makan snack.Edo tidak mau melihat mereka berdua.

Setelah pelajaran selesai,Edo langsung merapikan semua bukunya,dan pulang tanpa pamit pada kedua temannya.

"Yahh,yah,,,si Edo,main pulang aja."

"Gatau tuh,ngambek kali.haha."

    Edo terus saja berjalan meninggalkan kelas tanpa melihat sekitar dan berkata apapun,ia segera menuju ke parkiran dan menghidupkan sepeda motornya,lalu bergegas pulang kerumah.

    Sementara Mika dan Niko mereka pulang berdua.Ditengah jalan mereka berdua hampir saja diserempet truk.Mika dan Niko kaget dan shock.Akhirnya Niko membawa motor dengan pelan hingga sampai ketempat papa Mika berjualan.

"Om,Mika,Niko pulang dulu ya."

"Iyaa,ko thanks ya,hati-hati."

"Yoi ka."

Niko pun bergegas pulang melajukan kendaraannya.Sesampainya dirumah,Niko merasa tidak enak,ia merasa seperti ada yang mengikutinya.

Sementara itu,Mika sedang membantu papanya  yang sedang berjualan.

"Pah,yang ini sudah belum ? " Tanya Mika

"Sudah nak,yang ini dimasukkan semua kedalam plastik,kamu susun satu-satu setelah itu antar di alamat ini ya."

"Iya pah,sebentar lagi siap,Mika masukin kerupuknya dulu."

Setelah siap menyiapkan semua pesanan,Mika segera bergegas mengangkat plastik besar untuk diantar ke seberang.

"Pah,Mika antar dulu ya,udah semua kan ?"

"Sudah sayang,kamu hati-hati ya."

Karena tidak terlalu jauh,mika hanya berjalan kami sambil menenteng plastik besar berisi makanan pesanan toko seberang.Setelah selesai mengantar pesanan tersebut,Mika pun kembali ketempat Papanya berjualan.

"Gimana ? Sudah?"

"Sudah pah,beres pokoknya."

"Haha,kamu ini ada ada saja,"

"Hehe,Mika gitu loo."

"Yasudah kamu duduk dulu,tuh papa siapin soto kesukaan kamu."

"Yessss,makasih pah,papah udah makan ? "

"Sudah sayang,kamu makan aja,papa masih ada kerjaan."

"Mikaaaa...? "

"Iya pah ? "

"Tadi siapa yang bersama kamu ? "

"Tadi? Pah ? "

"Iyaa,yang sama kamu pas nganterin pesanan keseberang."

Mika yang sedang makan seketika terdiam,ia tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan papahnya.

"Loh,kan Mika sendiri pah."Jawab Mika pelan.

    Baru papa mika ingin menjawab,tiba-tiba datang pembeli yang ingin memesan makanan.Belum sempat Mika mendapat jawaban itu.Ia pun jadi berhenti makan,karena memikirkan apa maksud dari perkataan papahnya.

"Em,mungkin papa bercanda,"Gumam Mika pelan.

Mika pun melanjutkan kembali melahap soto kesukaannya.Lalu pamit pulang kerumah,karena hari sudah mulai sore.

"Pah,Mika pulang dulu ya,Mika mau mandi dan siap-siap,abis itu Mika datang kesini lagi.

"Iya,kamu hati-hati ya nak."

"Iya pah"

Mika mencium tangan papahnya,dan berlalu pergi menuju rumahnya.

Setelah sampai kerumah,ia langsung masuk ke kamar,meletakkan tas,dan megambil handuk bergegas untuk mandi.

Dari dalam kamar mandi,ia mendengar bunyi krasak krusuk dari kamarnya.

"Em,,suara apa itu? "

"Kakak...? Kak Lili ? Apa itu kau ? "

Mendengar tidak ada jawaban,Mika segera menyudahi mandinya dan keluar dari kamar mandi.ia melihat ke sekeliling.

"Aneh,tidak ada siapa-siapa....."

"Yasudahlah."

Mika pun bersiap,setelah siap ia mengunci pintu dan menghidupkan motor menuju tempat papahnya berjualan.

     Tanpa ia sadari,didepan rumah Mika,sudah berdiri sosok anak remaja dengan wajah yang pucat dan rambut yang panjang,melotot melihat kearah Mika yang sudah berlalu meninggalkan rumah.

    Sementara itu,Kak Lili yang baru pulang dari kampus segera masuk kedalam rumah,ia pergi kedapur dan mengambil buah dan juga air.Dari jauh ia melihat seperti sosok Mika sedang berdiri didepan kamar Mika.

"Dek.....lo gak bantuin papah ? "Tanya Lili keheranan.melihat sosok itu hanya tertunduk ,berdiri menatap kamar Mika.

"Dekkkkkk...lo denger ga si ? "

"Serah lo deh,"

Lili yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari Mika,segera berlalu meninggalkan Mika menuju ruang tengah menonton televisi.

Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore,hari sudah mulai gelap.Suara motor dari depan menandakan Mika dan Papah sudah pulang.

Klikkkkkkkk,

"Kak Liliiii,kita pulangg."

Lili yang mendengar suara Mika langsung merinding,menurutnya Mika barusan berada didepan kamarnya,mengapa sekarang malah berasal dari luar.tanpa basa-basi Lili pun bertanya pada Mika.

"Dekkkkk,lo sejak kapan pergi ketempat papah ? "Tanya Lili ketakutan.

"Udah lama kak,memangnya kenapa ? "Jawab Mika santai.

"Lo pasti bohong kan ?"

"Mika ga bohong kak,dia emang sama papah kok dari tadi." Jelas Papah.

Lili langsung terduduk lemas,ia sangat ketakutan.

"Kalau itu bukan Mika? Lalu itu siapa ? " Gumam Lili dalam hati,ia menutup mulutnya dengan ketakutan.

"Kak Lili kenapa si ? " 

"Kak....Kak Lili...?"

Tanpa sepatah kata pun Lili segera masuk kedalam kamarnya.Mika pun merasa ada yang aneh,entahlah,Mika tidak begitu memikirkannya


    Keesokan paginya Mika datang sedikit lambat dari biasanya,ia tidak ke kantin melainkan langsung menuju kelas.Edo dan Niko sudah berada di kantin.Edo memperhatikan Mika yang berjalan menyusuri kelas,lalu masuk kedalam.Ada perasaan gusar dihati Edo.Edo segera mengajak Niko untuk masuk kekelas.

    Setelah sampai dikelas,Niko menyapa Mika,namun tidak dengan Edo,ia langsung duduk tanpa menghiraukan keberadaan Mika.Mika yang merasa ada yang tidak beres bertanya pada Edo.

"Do,lo kok pendiam banget sih? "Tanya Mika

Edo hanya terdiam,tanpa sedikit pun memandang kewajah Mika.

"Do,lo kenapa si?"

"Ko,Edo lu apain? "

"Enak aja,mana gue tau,tadi baik-baik aja kok."

"Do lo kenapa si? Ngomong dong..."

    Tak lama bel masuk berbunyi..Edo sama sekali tidak menggubris  Mika yang ada disampingnya.Bahkan ketika Mika ketahuan makan pada saat jam pelajaran sedang berlangsung.Edo sama sekali tidak menolong Mika.Akhirnya Mika pun dihukum berdiri didepan kelas.Edo sama sekali tidak menggubris dan melihat kearah Mika.Ia hanya fokus kepada pelajaran.

Bel istirahat pun berbunyi....

Kringggg kringgg kringggg

"Ahh,,,legaaa,akhrinyaaaaa." Mika pun bisa kembali ketempat duduknya.

"Mikaaaaaaa."

"Eee,iya pak."

"Ingat ya,jangan diulangi,"

"Baik pak" 

Mika tersenyum melihat Pak Agus yang sudah bernjak pergi dari kelas.

"Hahaha,kasian amat lu Ka.makanya jangan makan muluuu."Ledek Niko.

"Apes banget gue hari ini." Ucap Mika.

"Eh Do,ngomong dong,lo lagi marah sama gue ya ? Gue sedih niiiii." Ucap Mika dengan raut muka yang sedih.

Setelah lama berdiam diri,akhirnya Edo pun membuka suara.Sekarang hanya ada mereka bertiga yang ada dikelas,murid yang lain sudah pergi kekantin untuk makan dan istirahat.

"Mika,Niko..."

"Iyaaa Do,,,,lo ngomong dong,gue jadi horor ni."Sahut Mika.

"Iya nih Do.ngomong ngapa."Timpal Edo.

"Oke,pertama-tama gue bakalan ngomong dan ini terkahir kalinya gue jelasin ke kalian.

Mika dan Niko duduk berhadapan,melihat kearah Edo dengan serius,mereka berdua menunggu penjelasan dari mulut Edo,temannya itu.

"Kalian ingat kan? Kemarin gue udah mencegah kalian buat pergi ke belakang perpus ?"

"Iya do,gue ingat."Jawab Mika dan Niko serentak."

"Asal kalian tau,gue udah punya perasaan gak enak sama tuh tempat,gue tau,kalian gabisa ngeliat apa yang gue lihat.Lo Mika,lo dengan mudahnya duduk diayunan bawah pohon itu? Apa lo tau? Disitu ada penghuninya.dan mereka merasa terganggu,gue ngeliat sendiri sosok itu dibawah pohon melihat kearah kalian,lalu dia ngeliat kearah gue dan nunjuk kalian berdua.mereka merasa tergangu,Damn....dan kalian gak sadar.Trus lo Niko? Lo bilang sepulang sekolah kalian hampir keserempet truck kan ? Pikirin deh itu ulang siapa.Dan lo Mika ? Lo datang telat hari ini,dibelakang lo ada sosok remaja yang ngikutin lo dari tadi,makanya gue gamau ngomong sama lo.Gue tau kalian gabakal percaya kalau gue ngomong,karena gue juga bingung jelasinnya gimana...

Mika dan Niko saling bertatapan ngeri,mereka sekarang memahami apa maksud dari perkataan Edo.

"Do,pantesan Papah gue bilang gue lagi sama seseorang pas lagi nganter pesanan,padahal gue sendiri doang.Trus pas pulang Kak lili bilang dia gak percaya kalau gue ada ditempat papah lagi bantuin jualan,trus pas tadi gue ditarik kak lili,dia bilang dia liat gue ada didepan kamar,nunduk gak ngapa-ngapain,dia nanya tapi gak digubris sama tuh sosok.Asli gue merinding dah ni,Makanya gue agak telat datang sekolah tadi.

Edo yang sudah menduga hal itu akan terjadi benar-benar kebingungan,ia menatap Mika dan Niko dengan seksama.

"Kok lo gak ngasih tau kita sih,kalau lo indigo ? " Tanya Mika dan Nilo serentak.

"Ah,Damn dengan Indigo.Nyawa kalian terancam.!"Edo berteriak sambil memukul meja.

You may like these posts:

No comments:

Post a Comment