Kartu Nama


 



.....

"Kita keliling Jakarta naik bus kan kak..?"Tanya Deo

"Haha,ya enggak la,Yo.Gila aja pakek bus keliling Jakarta. tenang aja,hari ini gue bawa mobil..."Jawab Raina dengan semangat.

.....


         Disebuah kota metropolitan,hiduplah seorang anak laki-laki yang bernama Deo.Deo tinggal dibawah kolong jembatan,ia tinggal sendiri tanpa orang tua dan keluarga.Kehidupan sehari-hari Deo adalah mengamen dan menjual balon,dan uang yang didapat digunakan untuk ia bertahan hidup atau sekedar menyambung hidup dihari esok.

      Hujan gerimis menerpa kota itu,Kota Jakarta yang megah dan padat.Suasana jalan menjadi lebih panjang,dan hawa dingin menusuk tubuh Deo yang berada dibawah Kolong jembatan.Berulang kali ia memperbaiki gubuk kecil tempat ia tidur,gubuk itu selalu kalah dengan angin dan badai.Karena gubuk itu hanya dibuat dari sisa-sia papan yang ia temukan hanyut di tepian sungai tidak jauh dari tempat ia tinggal.Suasana sore ini benar-benar mencekam,Deo berulang kali meyakinkan dirinya untuk tetap bertahan disana,karena ia sudah terbiasa dengan cuaca buruk dan ekstrim.Tidak ada tempat mengadu,hanyalah diri sebatang kara.Deo berusaha tersenyum dibawah jalanan besar yang berada diatas kepalanya.Ia benar-benar sangat bersyukur dan juga merasa terharu,karena ia masih bisa hidup hingga saat ini,walaupun ia tahu benar bahwa ia hanyalah sendiri.Tetapi entah kekuatan darimana yang Tuhan titipkan untuknya.Ia tumbuh dan besar menjadi anak yang  berjuang bertahan hidup di kota yang besar ini,seorang diri.

         Deo menepikan semua kardus yang ia pungut siang tadi dijalanan,Pada saat demo sering terjadi di kota jakarta ini,ia selalu membersihkan kertas-kertas dan kardus yang sudah tidak terpakai lagi untuk ia bawa pulang ke gubuk tempat ia tinggal.Di gubuk kecil itulah ia tinggal,tidur dan makan,disana membuat Deo memahami arti kehidupan yang sebenarnya.Meskipun ia baru berusia 15 tahun,tetapi ia sadar bahwa hidup ini memerlukan perjuangan yang besar.Mengamen dari sudut kota ke sudut yang lainnya dan dari bus ke bus yang telah mengantarnya ke banyak tempat dari yang paling indah sampai ke tempat yang paling buruk baginya.Hari-hari pekerjaan itu ia tekuni demi sesuap nasi dan menyambung hidup barangkali untuk esok hari.

......

Suatu hari,dihari yang cerah Deo bergegas pergi menaiki bus untuk mengamen dari bangku ke bangku ia menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals dengan suaranya yang merdu.Ramai penumpang yang bertepuk tangan dan memberikan ia uang.Hari itu ia sangat lelah,namun semua itu terbayar dengan pendapatan yang ia dapatkan hari itu.

Sambil menghitung uang,Deo terus saja tersenyum,hingga tiba tiba seseorang datang menghampirinya....



"Permisi..." Ucap seorang perempuan muda kira kira berusia 20 tahun.

"Iya mbak? Ada apa ya? " Jawab Deo yang masih fokus menghitung uang recehnya.

"Lo pengamen yang di bus itu kan,yang ngembaliin dompet gua yang jatoh? " Wanita itu menunjuk bus yang baru saja Deo tumpangi untuk mengamen.

"Iyaaa,itu saya mbak " jawab Deo keheranan.

"Kenalin,gue Raina,sebelumnya makasih banyak ya,jarang banget ada orang jujur kayak elo."Sambil mengulurkann tangan ke Deo.

"Aku,Deo mbak,iya mbak sama-sama,lagipula itu kan bukan hak aku,jadi harus dikembalikan"Deo menerima uluran tangan wanita itu.

"Iya,lo bener.......Gue denger,suara lo bagus juga,Deo." Puji raina

"Ah,mbaknya bisa aja hehe."Deo jadi salah tingkah

"Beneran,suara lo bagus.Btw gue kesini karena gue penasaran sama elu,Deo.Gue boleh gak ikut ketempat tinggal lo? Ya,gue cuma mau tau lebih jauh tentang elo sih..gimana?"

"Wah,boleh banget mbak,Kebetulan aku tinggal gajauh dari sini,Tapi sebelumnya,maaf banget ya mbak,kita harus jalan kaki kesana" ucap Deo menjelaskan

"Oke,gua mah gapapa,Cus cabut".

....

      Deo dan Raina pun beranjak pergi menuju ketempat Deo tinggal.Sesampainya disana,betapa terkejutnya Raina melihat tempat tinggal yang begitu kumuh,bahkan rasa-rasanya tempat ini tidak pantas untuk disebut sebagai"Tempat tinggal".



"Gilaaa,parah lu,Yo.Tempat apaan nih ?" 

"Haha,aduh maaf ya mbak,tempatnya emang gak layak tinggal.." Deo mencoba meminta maaf kepada Raina,karena memang tempat tinggalnya tidak pantas didatangi wanita secantik Raina.

"Ah,lo kenapa mau si tinggal disini,Yo ? Gila sih ini,kotor bangetttt, bauuuu lagi." Raina terus saja mengomentari tempat itu dengan kata-kata yang memang benar adanya.

"Nah,udah sampai nih mbak....disini aku tinggal.." Deo menatap gubuk kecilnya yang penuh dengan tampalan kayu dan spanduk partai.

"Oh My God,,,,seriously ? Asli sih ini,kayak gak layak tinggal tau ga sih ? "Raina terkejut melihat gubuk  Deo yang benar-benar tidak layak untuk ditinggali.

"Ya,begitulah adanya mbak.Ou iya,Mbak Raina kok tiba-tiba mau kenalan sama aku ya ? Secara aku ini kan cuma pengamen mbak,rumah ku saja tidak pantas kusebut rumah,lebih tepatnya gubuk mbak...hehehe"

"Ga usah panggil mbak kali,panggil aja gue Raina."

"Aduh,gak enak ini aku...panggil kak saja ya..? " Pinta Deo dengan sopan.

"Ya udah,boleh deh,serah lo aje,Yo" Ujar Raina.

"Ou iya,Gue hampir lupa.Jadi kedatangan gue kesini,gua pengen tau aja kehidupan lo kayak apa,soalnya pas gue perhatiin di bus waktu lo ngamen,suara lo bagus banget,dan gue tertarik lah.By the way,gua juga suka nyanyi,bro"

"Wah,pasti suara kak Raina bagus bangetttt dehh...." Puji deo kepada Raina.

"Hahaha,dengar aja belom,lo udah maen puji-puji aja.."

"Hahaha,ya aku kan tebak saja kak,soalnya kakak udah cantik dan baik,pasti suaranya juga bagus.." Puji Deo sambil tertawa.

"Haha,bisa aja lo,eh gua boleh masuk gubuk lo gak nih ? " Pinta Raina yang penasaran dengan isi dalam gubuk Deo.

"Masuk aja kak,itupun kalau kakak mau,hehe soalnya gubuknya reot begini.."

"Tenang aja lo sama gua,Yo,gua gak pilih-pilih teman,gua malah suka nyari hal-hal yang menarik menurut gua,gua suka kebebasan"

Mendengar hal itu,Deo seakan berfikir dan berguman dalam hati..

"Ya Tuhan,malaikat apa yang kau kirimkan ini ? Dia baik sekali.."



Tidak terasa,air mata bahagia jatuh begitu saja,Deo merasa terharu dan bahagia,karena selama ini ia tidak memiliki teman,dan sekarang ada wanita yang mau berteman dengannya.Sungguh itu suatu keajaiban baginya.Ia bahagia sekali mendapati ada orang yang mau berkunjung ke gubuk tempat ia tinggal.ia duduk dan menyeka air matanya...Deo benar-benar kesepian selama ini,ia tidak memiliki keluarga bahkan  orang tua.Yang ia ingat,ia tidak memiliki siapapun,semenjak ia keluar dari panti asuhan tempat ia dibesarkan dari kecil hingga usia sepuluh tahun,Karena ada masalah di panti asuhan,Deo memutuskan untuk pergi minggat dari sana hingga ia memutuskan untuk hidup sebatang kara dan tinggal dibawah kolong jembatan tempat ia tinggal saat ini.Betapa ia merindukan keluarga dan orang tua,yang tidak ia ketahui siapa.Deo selalu memikirkan hal itu jika senja mulai menyapa dan malam mulai menghampiri..kesepian yang hinggap didalam hatinya membuat ia tumbuh dan besar sebagai manusia yang kesepian.


Tanpa ia sadari sudah lama ia melamun,hingga ia lupa Raina yang sudah ada disampingnya.


"Hei....Deoooo?" Raina memukul pundak deo lumayan keras,karena sudah sejak lama Raina memperhatikan Deo yang diam melamun tanpa menyadari kehadiran Raina disampingnya..

" Eh,kak Raina,maaf kak" Deo kaget dan segera meminta maaf kepada Raina.

"Yah,elo Deo,melamunin apaan sih lo ?" 

"Maaf kak,Deo cuma lagi kepikiran aja..."ucap Deo sambil mengusap rambutnya yang tidak gatal itu.

"Haha,mikirin apa sih lo ? Serius banget kayaknya.."

"Ou iya,ini kartu nama gue,lo simpan ya." Raina memberikan sebuah kartu berwana kuning keemasan.Kartu itu sangat cantik dan juga bagus.

"Wah,ini kartu nama kakak ? Bagus banget kak." Deo berkali-kali mengelus kartu itu dan membacanya berulng kali sambil menunduk.

"Iya,kalau lo ada apa-apa,lo boleh hubungi nomer gua dikartu itu.Btw,kita sekarang udah jadi teman,jadi lu wajib punya kartu nama gua haha. "Ujar Raina.

"Iya iya kak,makasih banyak ya kak,Aku senang banget punya teman kayak kakak." Deo yang polos bahagia sekali,rasanya seperti ia mendapatkan durian runtuh(keberuntungan).

"Haha,santai aja kaliii,Gua justru senang punya teman kayak elo,ya setidaknya gua bisa belajar banyak lah dari kehidupan lo" Ucap Raina sambil melihat sekitar kolong jembatan dan rumput-rumput hijau yang mengitari tempat mereka duduk.Ada kedamaian disana,meski ini bukanlah tempat yang megah seperti rumahnya.

"Eh,Deo.lo kok bisa tinggal disini sih? Lo gapunya keluarga ? " Raina bertanya secara blak blakan..Raina begitu penasaran melihat Deo tinggal sendirian disini.

"Hem,,iya kak,aku gapunya keluarga...sebenarnya dulu aku tinggal di panti asuhan..lalu aku kabur dari sana.." jawab Deo sambil menundukkan kepalanya,sekarang ia jadi teringat kembali akan kesedihannya.

"loh,kok lo kabur sih? " Tanya Raina semakin penasaran..

"Iya kak,jadi ceritanya begini......"

Deo mengingat kembali masa-masa pahit itu..


Lima tahun sebelumnya...

Di panti asuhan Nurul Hasanah


"Pakkkkk,Bukan deo yang ambil....Deo bersumpahhhhh ",Teriak Deo sambil menangis...

"Kalau bukan kamu,siapa lagi,Ha ? Ayo ngaku kamu.." Pak Ghani yang sudah tidak sabar ingin memukul Deo dengan tangkai sapu ditahan oleh Ibu Haya.

"Pakkkk,sabar pakkk,kita cari tau dulu kebenarannya..." Pinta Ibu Haya sambil menahan Pak Ghani untuk tidak memukul Deo lagi.

Deo yang sudah dalam keadaan babak belur,dengan pipi yang merah,dan tangan dan kaki yang sudah luka,setelah dipukul oleh Pak Ghani,bapak panti asuhan tempat ia tinggal.


"Ampunnnn pakkk,Bukan deooo,bukan Deo...."Lirih Deo yang sudah kesakitan,bahkan suaranya saja sudah terputus-putus dan terbata-bata..

"PEMBOHONG KAMU !"Hardik pak Ghani yang begitu marah dan emosi.Ia menuduh Deo lah yang harus bertanggungjawab atas hilangnya selembar uang seratus ribu dari dompetnya.Kala itu pak Ghani sedang tidur,ia lupa memasukan dompetnya kedalam laci.Bangun-bangun ia sudah melihat isi dompetnya berceceran kemana-mana,dan uang Seratus ribu yang ia simpan untuk membeli susu dan keperluan Panti telah hilang.Sejenak ia teringat bahwa dulu,Deo pernah mengambil uangnya lima ribu rupiah untuk membeli balon tanpa seizinnya.Mengingat hal itu,pak Ghani langsung menemui Deo yang tengah mencuci sepatu dibelalang,pak Ghani langsung menyeret Deo kedalam rumah dan disusul ibu Haya dan anak-anak panti yang lainnya..Hal itulah yang membuat Deo terpaksa kabur dari panti asuhan tersebut..


"Awasss kamuuuu Deo,saya cari kamu sampai keujung duniaaaa" Teriak pak Ghani yang mendapati Deo sudah hilang dari kamar yang ia kunci..


    Sementara itu,Deo yang sudah tidak sanggup berlari memilih untuk tidur dijalanan.Ia benar-benar ketakutan,baru kali itu ia merasa tersiksa lahir dan batin.Bahkan ia sanggup bersumpah,bahwa bukan ia yang mengambil uang milik pak Ghani.Deo pun tertidur dengan tubuh penuh  luka dan memar merah.Wajahnya yang kusut dan ketakutan membuat ia kehabisan rasa berani,dan memutuskan untuk melarikan diri dari panti asuhan dan amukan pak Ghani yang menyeramkan....


Flashback off


"Ya,,,,jadi begitulah,Kak..asal usul kenapa aku bisa ada disini." Ujar Deo yang menyeka lengan bajunya.

"Astaga,gue gabisa bayangin posisi lo,Deo " Raina tidak habis pikir dengan apa yang Deo ceritakan barusan..

"Aku tau kak,hidup itu keras,jadi aku berjuang disini sendiri,hidup dan makan dari hasil ngamen,kadang berjualan balon keliling,apa aja deh,yang penting aku bisa makan dan menyambung hidup,hehe" Deo berusaha untuk tetap tegar dengan nasibnya.

"Salut gue ama lo,Yo.Gua gabisa... gabisa bayangin diposisi lo kayak apa,tapi gua tau,lo kuat banget men..." Raina menepuk bahu Deo,

"Haha,ya begitulah kak,Mau gak mau harus tetap dijalani..." Ujar Deo yang berusaha tegar.

" Lo,...pasti rindu banget kan sama orang tua lo ? " Tanya Raina sambil menatap mata Deo dalam dalam..

"Iya,,,,,rindu lah kak...tapi,mereka udah tenang di alam sana..aku cuma bisa mendoakan mereka..." Deo menadah ke langit..

"Orang tua lo udah gak ada ? Kok lo gabilang sih ? " Raina semakin penasaran...

"Ya,aku pernah dikasih tau sama Ibu Haya,ibu panti ku dulu........katanya,,," Deo tidak bisa melanjutkan kata-katanya....meski ia belum pernah melihat wajah kedua orang tuanya...lagi-lagi ia benar-benar merindukan mereka.bahkan sekarang,ia berharap kedua orang tuanya memeluknya dari atas sana..

"Gapapa kok,kalo lo gamau lanjutin,gua ngerti perasaan lo,Yo" Suara Raina menjadi pelan,Ia tidak ingin menyakiti perasaan teman barunya itu.Baginya,Deo adalah anak yang kuat,ia beruntung bisa bertemu dan berteman dengan Deo.

"Mereka kecelakaan,waktu aku berumur sepuluh bulan, dan......cuma aku yang selamat....sejak itu aku dititipkan ke panti asuhan oleh warga yang menemukan kedua orang tuaku dilokasi kecelakaan." Deo berusaha melanjutnya ceritanya..

"Sodara  Alm.orang tua lo gak pernah nyariin gitu ? " Tanya Raina,

"Tidak,Kak...jadi ya begitulah,perjalanan hidupku,hehehe" Deo berusaha menghibur dirinya dengan tertawa

"Ah,sedih banget jalan hidup lo,Yo.ga sanggup gue dengernya..."

"Iya kak,ou iya,kalau Kak Raina tinggal dimana ? " Tanya Deo yang sudah tidak mau lagi membahas kisah hidupnya,karena hanya akan menyakiti perasaanya semakin dalam.Ia sudah lebih dulu berlapang dada,dan sekarang ia sudah ikhlas menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya.

"Gua,,,?  gak ada yang menarik sih dari hidup gua,Yo.Gua cuma anak terakhir dari tiga bersaudara.Gue jarang dirumah,karena gua gak betah,harus ngeliat papa sama Ibu tiri gua.Apes banget tuh orang tua," ucap Raina sambil merasa dongkol jika harus mengingat kelakuan ibu tirinya yang kejam dan juga tidak berprikemanusiaan.

"Aku turut prihatin ya kak,semoga kak Raina bisa melewati itu semua..." Deo mendoakan  kebaikan untuk teman barunya itu..

"Thanks ya,Yo,lo juga,semoga lo selalu kuat." 


    Tanpa mereka sadari,semesta seolah mendengar cerita haru dua anak manusia ini,yang saling bercerita satu dengan yang lainnya,dan memberi simpati untuk saling menguatkan satu sama lain.Hingga tidak disadari,hari sudah menjelang sore,Deo pun mengantarkan Raina ke jalanan besar tempat bus terpakir dan berjejer dengan rapi.


"Eh,Yo,Thanks ya,baik banget lo ama gua.." Sahut Raina yang sudah berdiri di dalam bus.

"Iya kak,makasih juga,hati-hati dijalan ya kak..." Deo melambaikan tangan ke bus yang ditumpangi Raina.


Tidak terasaaaa,kebahagian yang ada dalam hati Deo,semakin hilang,semenjak bus itu jauh dan hilang dalam pandangan.....

.....

Sesampainya Raina kerumah,ia langsung masuk dan meletakkan sepatunya di rak.Ia tidak menyadari kehadiran papa nya yang sudah lama menunggu Raina pulang..


"Raina........." Ucap papa nya yang sudah berdiiri diruang tengah melihat kearah Raina yang ingin menaiki tangga.

"Papa...? Papa udah pulang ???" Raina berlari mendapati Papa nya yang ia rindukan sudah pulang,setelah dua minggu berada di luar kota..

"Sudah sayang,kamu apa kabarnya ? Papa kangen banget sama kamu nak.."Papa memeluk Raina dengan erat.

"Raina baik kok pah,Papa sendiri gimana kabarnya ?"Tanya Raina yang terus saja memeluk tubuh Papa nya yang tinggi.

"Papa baik sayang,Ou iya,kamu ini dari mana? Kok kotor kotor sekali ?" Tanya papa nya yang melihat celana raina banyak lumpur dan rumput yang menempel.

"Aaaaa itu pah,hehe,Raina abis dari kebunnnn" Ucap Raina yang berbohong,karena ia takut sekali jika papanya marah.

"HAHA,kamu ini ada-ada saja,liat kakak-kakak kamu,mereka semua  jarang ada dirumah,kamu pasti kesepian kan? Makanya sampai ke kebun ? " Papa Raina mencoba bercanda dengan Raina,mereka bercengkrama,duduk diruang tengah sambil menikmati secangkir teh.

"Haha,papa sih,pulangnya lama banget.Raina kan jadi suntuk pah..." Jawab Raina sambil terus memegang tangan papa nya yang sudah tidak muda lagi...

"Kamu ini,sudah besar sekarang nak..Papa sayang sama kamu,..coba kamu sebut sama papa,sebenarnya kamu itu abis darimana ? " Papa nya yang mengetahui Kalau Raina berbohong,mencoba bertanya sekali lagi dengan serius dan lemah lembut...


"Hehe,itu pah,Raina abis ketempat tinggal teman baru Raina,namanya Deo pah " Jawba Raina dengan gembira,ia seakan sangat bahagia ketika menceritakan temannya tersebut.

"Deo ? Nama yang bagus,pasti dia temanmu yang sangat baik kan? " Tanya papa yang ingin memastikan..

"Baik dong,sama kayak papah heheh" Raina mencoba menggoda papanya untuk tertawa

"Haha,bisa saja kamu ini,jadi,kamu seharian abis dari rumah temanmu itu ? Apa sangat seru ? "

"Iya pah,papa tau gak,teman Raina itu,dia tinggal dibawah kolong jembatan,Raina ketemu dia waktu dia lagi ngamen di bus,dan dia juga yang ngembaliin dompet raina gang jatoh pah.." Raina menerangkannya dengan semangat.

"Rainaaaaaa.....? " 

"Iya pah ?..."

"Kamu masih naik bus kemana-mana ???" Papa Raina kaget,karena setaunya,ia sudah membelikan Raina mobil sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 20,dua bulan yang lalu....

"Hehe iya pah,Raina suka aja naik bus,lagipula mobil Raina ada kok,Raina selalu rawat,papah tenang aja" Pujuk Raina yang takut papa nya marah.

"Ou iya pah,Raina boleh gak bantuin teman Raina,Deo.tempat tinggal Deo gak layak tinggal pah,kotor banget,baukkk lgi.." Raina yang berusaha mengalihkan pembicaraan agar Papa nya tidak menanyakan terus mengapa ia lebih suka naik bus daripada menggunakan mobil pemberian Papa nya..

"Apapun yang kamu lakukan,pasti papah dukung nak..kalau perlu kapan-kapan kamu ajak saja temanmu itu,siapa namanya ? Papa lupa ." 

"Deo pahhhhhhhhhhh" Jawab Raina sambil memeluk Papah nya...

"Ou iya,Deo,kamu ajak saja dia kesini,kebetulan minggu depan papah libur."Ujar papah yang ingin menyenangkan hati putri bungsunya.Memang benar,selama ini ia sangat sibuk bekerja,hingga kedua kakak Raina jarang pulang kerumah karena merasa tidak diperhatikan oleh papahnya.dan sekarang ia menyadari bahwa Raina lah satu-satu putri nya yang masih mengingatnya,meskipun ia sering meninggalkan putri bungsu nya itu demi pekerjaan yang memakan waktu lama.


Tanpa mereka berdua sadari,ternyata dari lantai atas,Berdiri ibu tiri Raina,yang tidak menyukai kedekatan papa dan anak itu..

.....

       Hari ini langit begitu cerah,hawa sejuk mengitari jalanan yang bersih.Daun-daun di pohon melambai-lambai membuat suasana begitu menyenangkan.Dibawah pohon tua nan rindang,duduk Deo yang tengah menunggu bus-bus dipenuhi penumpang.tanpa ia sadari Raina sudah menunggunya didalam bus.Ketika penumpang sudah hampir penuh,Deo langsung berlari menuju bus Berwarna biru keungunan..

Deo memasuki bus tersebut,dan mengambil ukulelenya yang berwarna coklat tua,segera ia memetik senar ukulele nya yang berbunyi begitu merdu dan enak sekali didengar.Sayup-sayup ia beryanyi,membawakan lagu Ibuuuu karya Iwan Fals....semua penumpang terharu mendengar lagu yang dibawakan deo.Dan tibalah saatnya Deo melepas topinya dan menyuguhkan kepada setiap penumpang.dibangku pertama ia banyak diberi uang lima ribuan...dan tiba lah Deo menyusuri bangku belakang.Tiba-tiba wanita bertopi hitam dengan hoodie berwarna merah muda memberikan uang seratus ribu sebanyak lima lembar.Deo sangat kaget dan tidak lama,wanita itu mendongakkan kepala,ternyata ia adalah Raina.

"Kak Raina.....? " Tanya Deo

"Haha,iya,ini gua Yo." Jawab Raina sambil tertawa..

"Kakk,,ini apa tidak kebanyakan ya ?" Sambil menunjuk uang berwarna merah  yang baru saja dimasukkan oleh Raina kedalam topinya.

"Ya enggak dong,itu rezeki buat kamu,dari Papah " 

"Beneran ini kak ? Makasih banyak ya kak..." Deo sangat terharu mendapati keberuntungan yang tidak ia disangka-sangka hari ini.

"Aduhhhh,,,cengeng amat si lo,Yo haha"Raina berusaha mengejek Deo yang sangat terharu dan matanya berbinar-binar dan berkaca-kaca menatap uang merah lima lembar itu.

"Terharu aku kak....baru kali ini soalnya ada yang ngasih banyak bangettt.makasih ya kakk..." Deo terus saja mengucapkan terimakasih  tiada henti-hentinya.

"Iya,sama-sama.Eh iya,Yo,Papah gua mau ketemu lo,lo mau kagak kerumah gua ? " Raina mengajak Deo

"Beneran kak? "Tanya Deo yang hampir tidak percaya

"Iyaaa,itu pun kalo lo mau sih,Yo..."

"Deo mau kak,Deo mauuu"Jawab Deo bersemangat sekali..

"Yaudah,hari ini lo kagak usah ngamen ya,kita jalan-jalan,cari baju,lo temanin gue,kita keliling jakarta." Ajak Raina

"Serius ini kak? Deo senang banget kak...makasih kak" jawab Deo yang matanya sudah berkaca-kaca.

"Kita keliling Jakarta naik bus kan kan..?"

"Haha,ya enggak la,Yo.Gila aja pakek bus keliling Jakarta. tenang aja,hari ini gue bawa mobil..."

Mereka pun bergegas menuntaskan rencana untuk mengelilingi kota Jakarta.



Bersambung . . . . . . 



                                                  Chapter II

    Hujan begitu deras malam ini,hanya menyisakan ruangan dengan tembok yang dingin,kaku,kakiku kaku,tanganku kaku,tubuhku kaku,semuanya seakan terhenti sekarang.
Aku melihat bayang-bayang hitam setiap membuka mata dari balik selimut kusam ini.apa yang kucari tidak pernah lagi aku temukan,tidak pernah.


Malam yang suram begitu panjang,tubuhku berkeringat,dingin,dingin sekali.Entah sampai kapan aku harus berada di tempat ini.


    Setiap kali aku ingin duduk,kepalaku selalu saja sakit,entah apa yang menghentam kepalaku ini.Rasanya bukan seperti digigit semut atau tertusuk jarum.Tapi,rasanya seperti ada batu besar yang menindih,selalu saja begitu.Apa aku sudah mati rasa ? Entahlah,yang ku ingat,aku adalah Rai.Ya,Rai,Rai,Haha,aku suka sekali nama ini.Tapi,kepalaku sakit sekali...
Hening,,,,,



"Mbak,kita minum obatnya dulu ya..."

"Siapa kamu ?"

"Saya,Siska.."

"Siska?"

"Iya,saya Siska,temanmu.."

"Kenapa bukan Rai saja ?"

"Rai ada ditanganmu,...sekarang kita minum obat dulu "


Perempuan yang mengaku siska itu menyuapkanku beberapa permen berwarna merah dan putih.Aku muak sekali dengan permen itu,rasanya tidak enak.Amis,pahit,dan bau,menjijikkan !.


"Siska....?"

"Iya ? Ada apa ?

"Rai ku mana ? "

"Disini......." Sambil menunjuk kearah pergelangan tanganku.

"Gelang yang ku pakai ini ?"

"Iya,kamu Rai"


Ahhhhhhhhh,kepalaku sakit sekali....


Perempuan yang mengaku Siska itu membaringkanku kembali ditempat tidur.Aku suka cara dia memperlakukanku,meski aku tidak mengenal siapa ia.Dan mengapa ia ada disini,dikamarku.Tapi,semuanya terasa asing,aku tidak kenal dengan tempat tidur ini,dinding ini,selimut ini,Aaaaaaaaahhhh,semuanyaaaa,aku benci..



    Sekarang,tidak ada lagi lagu penghantar tidur,semuanya kesepian.Aku,juga.Semacam ada sesuatu yang hilang,tapi entahlah,aku tidak mengetahuinya dengan pasti.Kadang-kadang aku bahagia,dan kadang-kadang aku menangis.Aku,begitu tidak mengenal siapa tubuh ini,siapa dia ? Mengapa dia ada disini ? Aku ada dimana ? Mengapa aku tidak ingat apa apa ?


"Raina......."

"Hei,Apa kau tidak mau menyanyikanku lagu nina bobo untukku ?

"Tidak..."

"Kenapa ? "

"Itu lagu anak-anak,tidak cocok untukmu.!"

"Tapi...."

"Daaaaaaaaa.." Bayangan hitam itu pergi berlalu saja.


Siapa dia ? Kenapa dia suka sekali berdiri dijendela kamarku selarut ini ? Apa dia sangat suka dengan malam? Kegelapan? Tapi,kenapa berdiri di depan jendelaku ? Tanyaku dalam hatiAku duduk ditempat tidur,dan membuka jendela.Tetapi tidak ada siapa-siapa.Suasana sepi,sunyi,menyeramkan..

         Lalu aku menutup kembali jendela itu.Sekarang tidak ada lagi bayang-bayang hitam.Aku mendudukan diri di kursi,kulihat ada sebuah kartu,berlumur darah.Aaaaaaaaaaaaaaaaa,apa itu ??????.Apa itu ?????? Apa itu ??????

     Suaraku bergema,memantulkan bunyinya keatas ruangan,lantai dan seisi rumah ini.Rumah ? Bukan,bukan.Ini seperti penjara ? Penjara bau aneh.Ya,iya benar sekali.

Perempuan itu datang lagi,


"Ada apa ini ? "

"Siska.....ada darah..."

"Disitu........ada darah "

"Siska ...?"

"Siska........?"


"Itu milikmu,Rai"

"Bukan,bukan,itu bukan milikku...aku tidak sukaaaaaaaa.darah..aku.takut......."

"Tenang,tenanglah............."

"Tolong,siska,tolong,sakitttttt,sakit....."


Ah,lagi-lagi aku terbaring ditempat ini.bayangan perempuan itu memandangku sambil tersenyum,tersenyum getir,tapi tangannya menyuntikkan sesuatu dilengan kananku.Ah,sakit ? Tentu saja tidak,aku sudah biasa.Rasanya seperti digigit semut..Tapi kepalaku mulai mengantuk.......

apa aku dipaksa tidur sekarang ? Entahlah,

Mungkin sudah saatnya tidur,selamat malam,





    Pagi-pagi sekali,aku sudah mendengar teriakan orang menangis.Mengapa harus sepagi ini ? Suara mereka berisik sekali,apa yang mereka tangisi ?

    Lagi-lagi batu besar seakan menghentam kepalaku,Ahhh sakit sekali rasanya...Aku berjalan tergontai-gontai sambil memegang kepalaku yang rasanya ingin mati saja.Kulihat ada banyak sekali orang-orang disana,diruangan sebelah.Suara.mereka menggema keseluruh ruangan.Aku mengintip dari balik celah pintu.Kulihat ada seorang pria yang sudah tidak muda,ia menangis sambil menggerakkan seorang anak yang tergeletak dengan berlumuran darah,Darahh ?? Ahhh kepalaku sakitttt sekali...

    Tidak lama kemudian,datang seorang perempuan yang mendorong tempat tidur,ada perempuan disana,ia berdarah jugaaaaa,Bajunya berdarah,kepalanya berdarah,Ya Tuhan mereka berdua berdarah -darah.Aku tidak sanggup menahan kepalaku yang tiba-tiba kembali sakittt.....

    Aku penasaran sekali,rasanya aku tidak ingin mengintip tetapi hadir saja disana,melihat semuanya dengan jelas.Mengapa mereka ini membuatku sangat  penasaran,dan siapa sebenarnya mereka ? Entahlah,aku hanya mengenal Siska,perempuan berbaju putih dengan wajah yang teduh,itu saja.

    Semakin ku intip,semakin aku penasaran,aku menerobos masuk ruangan itu,kulihat tidak satupun dari mereka yang bisa melihatku.Lalu kulihat lagi dengan seksama,pria dan wanita yang terbaring ditempat tidur ini bersimbah darah,Tapi,kenapa wanita itu.....mirip sekali denganku ??? Siapa dia ??????? 

Aaaaaaaaaaaaaak kepalaku sakitttttttttttttttt

Tolonggggggggggg.tolongggggggg.tolonggggggg.


Kemudian,ada tangan lembut yang memegang wajahku.


"Tenang...tenang.."

"Siska ? Kau kah itu ?"

"Iya,ini aku Siska.."

"Kau pasti mimpi buruk lagi ya ?."

"Iya siskaaaaa,kepalaku sakit sekali."sambil menangis terisak aku tidak kuasa menahan sakitnya kepalaku.Rasanya benar-benar sakitttttttt,apa ini semua ? Aku benar-benar tidak mengerti..

"Rai,tenanglah...."

"Apa aku Rai ?"

"Iya kau Rai,coba saja lihat di pergelangan tanganmu."

"Hehe,Iya,aku Rai.aku Rai."

"Iya,kau Rai,"


Perempuan itu baik sekali,aku tidak mengenalnya,tapi,ia seperti selalu siaga membantuku.Tapi,aku masih belum mengerti apa-apa.Yang ku tahu hanyalah,Aku Rai,itu karena perempuan yang mengaku Siska ini selalu menyebutnya.


"Rai,apa kau senang tinggal disini?."

"Tidak siska,aku tidak suka.."

"Baguslah,karena sore nanti ada orang yang akan mengajakmu pulang"

"Pulang ? Siska?"

"Iya,Pulang,Rai mau pulang kan ?."

"Tidak......aku tidak mau pulanggggggggggggggggggg"

"Tenanggg,tenanglahh...."

"Rai,Rai akan pulang bersama orang yang Rai kenal...."

"Orang yang Rai kenal ? Rai ?"

"Bukan....tunggu saja,nanti kamu juga tau"

"Siskaaa ?"

"Iyaaa,Rai ? Ada apa ?"

"Rai ada dimana ini ? Kenapa Rai tidak kenal tempat ini?"

"Rai,ada diruangan Anggrek.."

"Anggrek,Siska ?"

"Iyaaa,Rai,kau suka?"

"Sukaaaaaaaa,Rai,sukaaaaaa.Tapi Rai tidak suka pulang....."

"Iyaaaaa iyaaa,sekarang kita minum permen ya.."

Dua permen pahit dan amis itu Siska suapkan kedalam mulutku,Ah,rasanya bau sekali...Aku tidak suka.Tapi,hanya Siska yang baik padaku.Bayangan-bayangan hitam itu tidak.

****

       Jam dinding berdenting,pukul 15.00 aku tersadar dari tidurku yang panjang,sepertinya permen itu bekerja dengan baik,seperti biasa,dalam tidurku,tidak ada lagi mimpi-mimpi menyeramkan.Aku membuka mataku perlahan,samar-samar kudapati pria tinggi besar tidak lagi muda,menunduk disamping tempat tidurku.

Pria itu ?seperti yang ada dalam mimpiku semalam...siapa dia ?

Seketika,aku tidak berani membuka mata.Aku urungkan niatku untuk terbangun sore ini.Ah,pura-pura tidur saja,aku tidak mau dibawa pulang olehnya.Dia pasti orang yang akan membawaku jauh dari Siska ku.


Tak lama kemudian,sayup-sayup ku dengar,ada jejak kaki yang datang.dan pintu kamarku dibuka oleh orang itu,entahlah siapa.aku hanya ingin terus berpura-pura tidur saja.


"Pak,semua berkasnya sudah selesai "

"Oh,sudah selesai semuanya? " Jawab pria yang disampingku itu,aku terkejut mendengar suaranya,suara yang tidak asing,tapi suara siapa? Aaaaaaah,kepalaku sakit sekaliii,tapi aku harus menahannya,agar mereka tidak tahu kalau aku sudah bangun dari tadi,dan sekarang sedang berpura-pura mati.


"Sudah pak,sekarang Raina sudah boleh dibawa pulang." Suara wanita itu tidak asing,ia seperti.....Siska,,,ya suara Siska..tapi ? Raina ? Siapa dia.?...


Tiba-tiba kepalaku menjadi sakit kembali,aku teringat mimpi buruk itu lagi,mimpi yang ada darah disebuah kartu disamping meja ku....Aaaaaah sakit sekali...tapi aku harus  berpura-pura mati lagi.


"Terimakasih Suster,Ou iya Suster,apa ada perkembangan yang baik terhadap anak saya ?"


Anak ? Siapa yang pria itu sebut anak ? Ucapku dalam hati.

Tak lama kemudian, langkah sepatu Siska mendekat ke arah pria yang ada disampingku.


"Pak,Raina kehilangan ingatannya,ia bahkan harus diingatkan kembali tentang namanya.Selain itu,ia masih sangat trauma,tolong dijaga dengan baik,beri perhatian yang lebih ke Raina ya,Pak"


Deggggggggggggg.....kali ini,kepalaku benar-benar sakit,aku benar-benar tidak bisa mencerna apa maksud perkataan mereka.Dan aku pun pingsan dalam keadaaan mati suri..


****

Aku membuka mataku dengan paksa.Kulihat ruanganku tak lagi sama.Ruangan ini berwarna merah muda,banyak boneka-boneka,dan alat musik disekitarnya.Cantik pikirku..Tapi ini ruangan siapa ?.Tak lama datang seseorang membawakanku segalas air dan permen-permen warna-warni.


"Nak,..."

Ini kan pria yang ada disampingku,siapa dia?

"Aku bawakan obat untukmu..".Ucap pria itu,yang wajahnya begitu teduh,ada kehangatan disana,kehangatan yang aku rindukan.Tapi dia siapa? Ahhh,kepalaku sakit jika harus mengingat hal-hal yang tidak bisa ku ingat.Aku.memilih tersenyum saja kepadanya,aku takut wajah yang teduh itu hilang dari pandanganku,karena aku tau,Siska pasti tidak ikut denganku,disini.


"Siapa kamu,? Apa kamu suster baruku ?" Kataku,aku ingat,pria itu menyebut Siska sebagai suster,Mungkin dia adalah teman Siska sesama suster.Ah,aku dengan percaya diri menyebutnya,Suster.pikirku.

"Bukan,aku Doktermu sekarang." Lagi-lagi pria itu tersenyum,dan wajahnya begitu teduh..aku suka sekali.

"Apa Dokter itu temanya Suster Siska? " Tanyaku penasaran,karena entah kenapa aku merasa lebih dekat dengannya,apa mungkin ia adalah orang yang ada dalam hidupku? Atau siapa dia? Entahlah.Yang jelas,dia begitu membuatku lebih merasa tenang dan nyaman.

"Iya,aku temannya Suster Siska,sekarang kau sudah berpindah ruangan,Nak.kami akan merawatmu dengan sangat baik" Pria itu mengatakannya dengan lemah lembut.Tetapi,kali ini seperti ada rintik hujan di matanya,wajahnya yang teduh,semula menjadi kecut,seperti ada kesedihan yang besar disana.Aku memang tidak mengenalnya,tetapi aku merasa begitu dekat denganya,dan ada perasaan yang menyuruhku untuk menghapus air matanya.


"Dokter,jangan bersedih,aku janji akan menjadi pasien yang baik."Kataku,aku tidak ingin menjadi alasan ia menangis.Dokter itu sangat baik,dia begitu lemah lembut.

"Tidak,aku tidak bersedih,aku hanya bahagia", Katanya,sambil menyeka air matanya yang sudah lebih dulu tergenang diwajahnya.

"Ayo,cepat berikan permen itu,aku suka permen itu,tapi Dokter tidak boleh menangis lagi ya.." Pintaku yang berbohong,padahal aku sama sekali tidak suka dengan permen itu,permen itu tidak enak.rasanya pasti pahit.


"Ya...,Ayo buka mulutmu,permen ini tidak sabar ingin dikunyah oleh gigimu."Dengan wajah tersenyum.


 Aku pun  dengan segera membuka mulutku dan melahap kedua permen itu.Kali ini,rasanya tidak pahit.Rasanya begitu manis,manis sekali,begitu menenangkan,begitu menghanyutkan.Aku tidak tertidur dibuatnya,aku justru merasa lebih tenang dan rilexs.Ah aku suka permen kali ini,permen yang Dokter ini berikan.Sungguh manis rasanya.


"Apa kau suka ? " Tanya nya.

"Iya,Dokter,rasanya manis sekali...."

"Aku senang sekali mendengarnya,coba kau katakan siapa namamu? "Tanya nya yang ingin mengetesku.

"Aku.....aku...,Rai,Rai....Rai..",Aku terbata-bata menyebutnya,tapi aku masih menyebutkanya dengan jelas,sama seperti yang disebutkan  Siska.


"Na,,,,,,,?"Lanjut Dokter itu

",Dokter,?"

"Iya..?"matanya kembali berkaca-kaca.

"Apa namaku Raina?" Tannyaku yang seakan mengingat sesuatu.tapi entahlah.

"Ya,namamu adalah Raina sekarang." Jawabnya dengan wajah yang bahagia..sangat bahagia..

"Apa aku akan dapatkan gelang Raina? " 

"Tentu,Nak,gelangmu sudah ada dipergelangan tangan kanan dan kirimu" Jawab Dokter itu sambil memegang kedua tanganku.

"Raina,Raina,Raina,Raina,Raina,namaku Raina,Hehe" Entah perasaan apa yang ada dalam hatiku,Rasanya sangat bahagia menyebut nama itu.Seolah aku pernah mendengar nama itu sebelumnya,tapi entah dimana.

       Tak lama kemudian,Dokter itu membaringkanku ditempat tidur yang sangat empuk ,lalu diselimutinya aku dengan selimut yang cantik.Ia tersenyum melihatku,memandang ku,menatap dalam dalam kearahku.Rasanya begitu tentram.begitu menghangatkan.Bahkan,mungkin saja bisa menyembuhkan luka-luka yang ada didalam hatiku,dan luka yang ada dikepalaku yang masih dibalut dengan perban.


Raina,bobo....Oooo Raina bobo.......Kalau tidak bobo digigit nyamukkkk..

Raina,bobo....Oooo Raina,Bobo....kalau tidak bobo digigit nyamukkk.,


Dokter itu melantunkan lagu penghantar tidur untuku,rasanya aku seperti anak kecil saja.Tetapi,aku suka.


"Selamat malam,Raina" ucapnya sambil mencium dahiku..

"Selamat malam dokter," Senyumku mengembang,ada perasaan yang mendorongku untuk bahagia ketika melihatnya.ia seperti bagian yang telah lama hilang.Meski aku belum mengerti mengapa sekarang aku menjadi pasiennya.


Aku menutup mataku,tanpa dipaksa Siska dan tanpa permen yang selalu disumpal dalam mulutku.Kali ini,semuanya terasa lebih dekat,meski masih begitu asing bagiku.tapi entahlah,kali ini aku hanya ingin tidur saja.


 ****

Tutttttttt,tuttttttttt,tutttttttt,tutttttttttttttttttttttttttttt


Aku terbangun,mendengar suara berisik yang mengganggu telingaku.Tapi nyawaku belum terkumpul semua.Samar-samar kulihat Dokter itu ada dijendela tak jauh dari tempat tidurku..aku menarik selimut dan menutup kepalaku,bersembunyi dari hal-hal yang aku takuti..


"Haloooooooo,,Bagaimana ? Apa sudah ditemukann?" Ujar Dokter itu sambil berkacak pinggang melihat kearah luar dari kaca jendela.


Setelah ia lama mengangguk,kemudian terdengar suara dari dalam telponnya..


"Ia ditemukan di rel kereta api..." Sahut orang itu.


"Bagusss,segera serahkan ia ke polisi...aku tidak ingin melihat wajah wanita itu lagi,karena dia,Anakku hampir saja mati,meski sekarang dia hilang ingatan,tetapi tetap saja,aku tidak akan pernah memaafkan wanita tua itu.Kalian urus dia sampai tuntassssss.."Ujar Dokter itu,yang bahasanya kurang aku pahami,aku tidak mengerti apa-apa.Aku hanya terus saja menutup wajah dan kepalaku dengan selimut merah muda ini.


Lalu suara langkah kaki mulai menuju kearahku,aku begitu ketakutan,tubuhku berkeringat dingin,aku lemasss,dan hampir tak bernafassss.


"Selamat pagi,Raina.." Sapa Dokter itu dengan lemah lembut.

"Dokter,kau bicara dengan siapa ? " Tanyaku yang setengah ketakutan.Wajahku berkeringat,peluh dimana-mana.

"Penjahat....."Ucap Dokter itu.

Aku yang mendengarnya hanya bisa berdiam diri,entah apa maksud dari ucapan Dokter itu.


       ****

Semenjak berpindah ruangan,dan beralih menjadi pasien Dokter itu.Banyak hal-hal yang membuat kepalaku menjadi sakit jika memikirkannya.

        Aku berkeliling rumah ini,rasanya aku begitu akrab suasananya.Tetapi,aku tetap tidak bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi,yang ku tahu hanyalah,Dokter itu sangat baik padaku.

Aku menyusuri tangga demi tangga,lalu turun kebawah,kulihat ada banyak sekali foto-foto ku dengan dokter itu.Apa aku adalah pasien lamanya ya? Gumamku,Aku begitu cantik didalam bingkai foto itu,Kami sepertinya sangat dekat,meski aku tidak mengenalnya.Tetapi aku sangat nyaman  bila bersamanya.Lalu,kutemui satu bingkai yang sangat istimewa,disampingnya ada goresan emas,sangat indah.Tetapi,didalamnya bukan lah foto-fotoku atau foto Dokter itu,melainkan sebuah kartu yang dikelilingi bunga,Tunggu.......kartu,kartu namaaaaaaa ? Aaaaaaaaa seketika kepalaku sakit kembali,tetapi aku berusaha untuk menahanya,tapi tubuhku sudah lebih dulu terjatuh kelantai.dan tak lama kemudian,Dokter itu membawaku duduk ke kursi tengah...


"Rainaaaaaa,apa kau baik-baik saja ??" Tanya Dokter itu dengan panik.

"Dokter,aku sepertinya sudah menjadi pasienmu sejak lama.."tanyaku dengan lemah..

"Lalu,siapa itu ? Apa itu yang didalam bingkai yang berbunga itu ?tolong katakan? Mengapa ia membuatku sakit,kepalaku sakit mengingatnya...

"Itu temanmu,"Ucap Dokter itu dengan singkat.

"Teman ?"


"Iya,itu Deo."Jawabnya dengan pelan,sangat pelan.hingga ku yang mendengarnya begitu sakit,siapa dia ? Kenapa ia dikelilingi dengan bunga? Tapi ? Itu hanya sebuah kartu ? Sebenarya apa itu.


Aku benar-benar memaksakan pikiranku untuk mencari tau siapa dia,siapa itu Deo ? Apa dia Seorang dokter juga ?.Kepalaku sakit,tetapi aku terus ingin mengingat siapa dia? Hingga,aku terjerembab,jatuh  begitu saja.

Samar-samar kudengar suaraaaaa,Rainaaaaa.Rainaaaaa...lalu aku tidak sadarkan diri.....

 Flashback On


"Kak Raina,mobilmu bagus sekali.." Puji Deo yang sangat bahagia.

"Haha,Iya,Yo,ini mobil pemberian papah gue."

"Kakak beruntung banget,punya papa yang baik" 

"Iya,Yo,Papa gue yang ngerawat gue dari kecil,karena ibu gue udah meninggal semenjak melahirkan gue." Jelas Raina.

"Eh yo,apapaan tuh ? Ditangan lo ?" Tanya Raina yang menyetir sambil melihat sesuatu yang Deo pegang dari tadi.

"Oh,ini kartu nama kakak,Sengaja Deo pegangin terus,karena Deo senang banget kak,"Jawab Deo dengan polosnya.

"Haha,ada-ada aja lo,Yo,Ntar ku kasih lu 100 kartu nama gue deh,biar lo seneng." Sahut Raina sambil tertawa


Raina melaju dengan mobilnya menuju jalanan-demi jalanan,tak luput sesekali mereka bernyanyi diiringi Ukulele  yang dimainkan oleh Deo.

Hingga tiba-tiba,sesuatu yang tidak mereka duga terjadi begitu saja,Rem mobil raina blong,dan saat ini raina sedang berada dijalanan besar,banyak pengguna jalan lainnya dan gedung-gedung tinggi.Raina awalnya tidak sadar akan hal itu,hingga tiba-tiba ia hilang kendali dan mobil itu menabrak truk yang ada didepan mobil mereka.Dan,malang pun terjadi,kecelakaan yang hebat menimpa mereka....

Raina dan Deo dilarikan kerumah sakit terdekat,sesampainya disana,mereka ditangani segera oleh dokter dan suster.Namun sayang,Deo tidak dapat diselamatkan.dan Raina koma selama 2 bulan akibat kecelakaan tersebut dan dinyatakan Amnesia atau hilang ingatan oleh dokter.


Flashback off


 ****

Raina bobooooo,Oooo Raina,bobo......

Kalau tidak bobo,digigit nyamukkkkkk


Samar-samar,aku mendengar lagu itu lagi,kubuka mataku perlahan,dan dokter jtu sudah berada disampingku.Tidak kusangka,rupanya aku pingsan dan tak sadarkan diri.Aku pun bertanya kepada dokter itu mengenai apa yang terjadi sebenarnya..

"Dokter,apa hari sudah malam ? "

"Iya,Nak,kau tidur terlalu lama,sangking lamanya,aku benar-benar khawatir padamu" Ucap dokter itu sambil menyeka air matanya.hatiku begitu sakit melihat ia menangis,perasaan apa ini? Entahlah,lagi-lagi kuseka air matanya dan kusapu dengan lembut.


"Dokter,mengapa kau menangis ?" Tanyaku ingin tahu...

"Tidak ada apa-apa,Nak.Aku hanya merasa bersalah." Jawab Dokter itu dengan pelan,sambil memegang kedua tanganku.

"Dokter,Raina tidak suka jika dokter menangis...."

"Benarkah ? "Tanyanya dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya.

"(Aku mengangguk pelan)."

"Apa kau mimpi buruk lagi ?" Tanya nya padaku.

"Iya dokter,ada penjahat yang mau mencelakaiku.."

"Tenang saja nak,Kita hanya berdua disini.Penjahatnya sudah aku penjarakan."Jawab dokter itu dengan semangat,sambil terus saja tersenyum kearahku.


Aku tidak mengerti apa maksudnya,tapi aku hanya mengerti satu hal.


"Dokter,kau baik sekali,terimakasih sudah merawatku dari kecil hingga aku besar." Jawabku spontan.

Seketika dokter itu langsung memelukku dengan sangat lembut,sambil sesekali aku mendengar isak tangis dari suaranya.Tetapi,Suara itu menghangatkanku,binar dimatanya membuat aku merasa ada kedekatan yang spesial diantara kami berdua.Aku juga meng-eratkan pelukan kami.Meski semuanya masih begitu asing,aku mulai memahami bahwa intinya,aku sudah terbangun kembali sejak lama.Dari tidur yang panjang,dan bangun kembali disini,bersama orang yang tidak ku kenali siapa,namun aku memanggilnya Dokter.Entah luka apa yang ia coba untuk sembuhkan.Aku tidak ingat apa-apa.


Tamat

 

You may like these posts:

No comments:

Post a Comment